Sejenak menumpahkan keletihan hati dan pikiran ini. Aku selalu berusaha menikmati tiap detik nikmat dari Nya, dalam segenap cinta yang selalu DIA curahkan dalam hidupku. Syukur selalu ku sampaikan pada Nya. Namun, perjalanan ini sungguh membuatku gamang. Diantara rindu, cinta, dan kesedihan yang berkolaborasi tiada henti.
Aku disini, dijalur CINTA yang berada dalam ketentuanNya yang terjadi sesuai kehendakNya. Termenung.... rasa ini bergejolak dalam dadaku, menyampaikan rindu yang kian menggebu. Masa - masa indah itu. Saat aku masih tertawa, menangis dan bermanja denganmu. Bertahun sudah kisah itu berlalu tapi masih saja tak membuatku kehabisan kata untuk mengungkapkannya. Masa bahagiaku saat masih bisa mendekap hangat pelukmu. Semua kini berlalu begitu saja, ada segenap cerita yang ingin ku haturkan padamu. Ingin menangis, tertawa, bahkan terus bicara tentang apa saja yang ingin ku katakan padamu.
Lihatlah, sekarang gadis kecilmu telah melihat banyak kisah yang terkadang membuatku bingung tak tentu arah. Banyak tanya yang beputar dikepalaku. Yang tak ku temukan jawabnya dimanapun. Andai engkau melihatku sekarang apakah yang akan engkau katakan ?
Segenap cintaku tak pudar untukmu, rindu ini pun semakin tak dapat ku bendung. Di sini, dijalur CINTA yang ku lewati aku telah mencoba untuk tegar, menjadi lebih kuat dari apa yang engkau inginkan. Hatiku telah belajar menerima apapun dari Nya. Kepergianmu mengajarkan banyak hal dalam perjalananku. aku belajar untuk mencintai apapun yang aku punya. Tapi, terkadang hatiku rindu, saat bersamamu, beliau, abang dan adikku.
Segenap cintaku tak pudar untukmu, rindu ini pun semakin tak dapat ku bendung. Di sini, dijalur CINTA yang ku lewati aku telah mencoba untuk tegar, menjadi lebih kuat dari apa yang engkau inginkan. Hatiku telah belajar menerima apapun dari Nya. Kepergianmu mengajarkan banyak hal dalam perjalananku. aku belajar untuk mencintai apapun yang aku punya. Tapi, terkadang hatiku rindu, saat bersamamu, beliau, abang dan adikku.
Pernah ada saat aku merasa semua sangat kelam, aku ada disudut jalan yang hanya ada sependar cahaya lampu pijar. Kosong... hampa... Aku menangis. Ntah apa yang ada dalam hati dan pikiranku. aku kehilangan arah. Ingin berteriak menumpahkan yang menyesakkan dalam dada.
Dijalur CINTA ini aku lalui semuanya. Terkadang hatiku mengeras, menyembunyikan luka. Kisah ku tak sama dengan kisah penulis dibuku itu. . Kisah ini tak seindah mawar yang merah merekah, tak sedamai embun di pagi hari. Tapi, kisah ini mengajarkanku untuk tak menyalahkan ombak dilautan saat kapalku terombang ambing karenanya.
Bu, gadis kecilmu ini akan terus berjalan di jalur ini. Menemukan CINTA yang pernah ku rasakan. Aku akan hidup untuk mencintai di jalur CINTA yang telah engkau tunjukkan.
Bu, gadis kecilmu ini akan terus berjalan di jalur ini. Menemukan CINTA yang pernah ku rasakan. Aku akan hidup untuk mencintai di jalur CINTA yang telah engkau tunjukkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
no spam yah ^^