Jumat, 04 Oktober 2013

“ Dengan sederhana cintai, dan lestarikan bumi pertiwi"


            Kondisi Bumi yang sudah kian rentan terhadap bencana. Mengingatkan kita untuk kembali mencintai dan melestarikannya. Mengapa tidak ? Bumi merupakan tempat kita melakukan segala aktivitas, baik sosial, budaya, politik dan ekonomi. Dan secara tidak sadar setiap kegiatan yang kita lakukan di permukaan bumi ternyata memiliki dampak terhadap bumi itu sendiri. Sebagai contoh, kegiatan perekonomian dari sektor industri yang dampaknya sangat berpengaruh terhadap bumi. Aktivitas industri memiliki peranan terhadap polusi udara, pencemaran air, bahkan tidak jarang justru mengakibatkan kerusakan lingkungan. Tidak hanya dari sektor industri, banyak aktivitas manusia juga secara tidak sadar menambah kerusakan di bumi. Sederhananya, untuk membuang sampah pada tempatnya saja menjadi permasalahan yang tak kunjung dapat terselesaikan. Sungai, selokan, bahkan tempat – tempat lain menjadi tempat pembuangan sampah yang tidak semestinya. Hingga berdampak pada banyak hal. Begitu banyak aktivitas manusia yang justru memberikan sumbangsih terhadap kerusakan yang terjadi di muka bumi. Lalu haruskah terus menerus menikmati ketidaknyamanan yang terjadi akibat ulah kita sendiri ?
            Dengan kondisi bumi yang seperti ini sudah seharusnya manusia kembali ingat akan kewajibannya untuk mencintai dan melestarikan lingkungan sekitarnya. Agar dampak negatif segala kegiatan manusia dapat diminimalisir dengan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan tersebut. Lalu apa yang harus kita lakukan ? Sederhana saja, sadari bahwa bumi ini adalah tempat tinggal kita dimana kelangsungan kelestariannya ada pada diri kita. Mulai lah melakukan hal – hal sederhana dalam hidup kita. Seperti, menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, serta tetap membiarkan adanya ruang terbuka hijau pada lingkungan sekitar kita.

Rabu, 03 Juli 2013

Si Kecil ..

      
  Belajar banyak saat aku menjalani hari itu dengan si kecil yang masih berumur 2 tahun, secara tak sadar dia menjadi guru kecil buatku. Betapa tidak, dia menjadi teman dikala sepi, tawanya tak bisa membuatku tak berhenti tertawa. Mungkin tanpa sadar sebenarnya banyak pesan yang ingin dia sampaikan pada yang lebih dewasa darinya. Tapi, mana mungkin kita bisa mengerti bahasa anak kecil.
        Hari itu, hatiku terasa berat penuh beban yang tak tahu lagi bagaimana hendak memikulnya dengan sekuat tenaga. Aku melemah. Sejenak aku mendengarnya memanggilku. Dengan nama yang masih tak jelas, "ante". :) Yang seharusnya dia sebut "Tante".. Mendengar suaranya saja aku sejenak melupakan kesedihanku. Ajaibnya anak kecil ini buatku. Walau terkadang dia bisa sangat menjengkelkan. 
         Pernah saat itu, dia terjatuh dan menangis sejadi - jadinya, dan mengatakan "aduuh.. atiiittt" sambil melihat lukanya yang berdarah tepat didengkulnya. Secepatnya semua orang sekitarnya dia buat panik tak tentu arah. Mencari obat, bahkan berusaha menenangkannya untuk tak menangis lagi. Semua orang sekitarnya seperti merasakan juga sakit yang teramat sakit itu. Tapi, tak lama kemudian setelah lukanya diobati dan dia terus diajak bermain, ia pun kemudian lupa dengan apa yang baru saja dia alami. Anak kecil yang ajaib :D.. Ada beberapa hal penting yang berputar di kepalaku saat itu. Betapa mudahnya dia melepaskan luka yang begitu melukainya seperti tak berbekas buatnya saat dia sudah kembali bermain dan tertawa. Setidaknya ini menjadi pelajaran berharga buatku, yang tak seharusnya menangis berteriak sejadi - jadinya agar semua orang merasakan sakit seperti yang ku rasakan, karena ternyata aku bukanlah anak kecil itu lagi. Dan seharusnya bisa seperti sekuat anak kecil yang mampu melepaskan bebannya agar ia bisa kembali tersenyum bahagia. Anak kecil ternyata punya pesan yang luar biasa.

Sabtu, 29 Juni 2013

Di Jalur "CINTA"

   Sejenak menumpahkan keletihan hati dan pikiran ini. Aku selalu berusaha menikmati tiap detik nikmat dari Nya, dalam segenap cinta yang selalu DIA curahkan dalam hidupku. Syukur selalu ku sampaikan pada Nya. Namun, perjalanan ini sungguh membuatku gamang. Diantara rindu, cinta, dan kesedihan yang berkolaborasi tiada henti. 
    Aku disini, dijalur CINTA yang berada dalam ketentuanNya yang terjadi sesuai kehendakNya. Termenung.... rasa ini bergejolak dalam dadaku, menyampaikan rindu yang kian menggebu. Masa - masa indah itu. Saat aku masih tertawa, menangis dan bermanja denganmu. Bertahun sudah kisah itu berlalu tapi masih saja tak membuatku kehabisan kata untuk mengungkapkannya. Masa bahagiaku saat masih bisa mendekap hangat pelukmu. Semua kini berlalu begitu saja, ada segenap cerita yang ingin ku haturkan padamu. Ingin menangis, tertawa, bahkan terus bicara tentang apa saja yang ingin ku katakan padamu.